Penurunan Bitcoin 1 Desember: Penyebab, Reaksi Pasar, dan Investor

/ /
Penurunan Bitcoin 1 Desember: Penyebab Jatuhnya, Reaksi Pasar, dan Posisi Investor
22
Penurunan Bitcoin 1 Desember: Penyebab, Reaksi Pasar, dan Investor

Bitcoin Jatuh 6% pada 1 Desember, Mengakhiri Penurunan Bulanan Terbesar dalam Empat Tahun. Mari Kita Bahas Penyebab Kejatuhan, Pengaruh Tiongkok, Reaksi Pasar, dan Dampaknya bagi Investor.

Pada hari Senin, 1 Desember 2025, Bitcoin mengalami salah satu kejatuhan harian terbesar dalam waktu dekat. Selama perdagangan, harga mata uang kripto pertama ini turun sekitar 6%, mencapai titik sekitar $84.000, sebelum kembali naik di atas $90.000. Penjualan besar-besaran terjadi akibat likuidasi yang signifikan dari posisi panjang (“long”) investor: dalam 24 jam, transaksi senilai sekitar $1 miliar ditutup, yang semakin memperburuk penurunan pasar.

  • Pengaruh Tiongkok: Bank Rakyat Tiongkok menegaskan status ilegal mata uang kripto, menyatakan bahwa mereka “tidak memiliki status hukum yang sama dengan mata uang fiat” dan semua operasi terkait dianggap sebagai tindakan keuangan ilegal.
  • Likuidasi Posisi Panjang: Banyak trader membuka posisi “long” pada akhir pekan, dan saat perdagangan dibuka, order stop algoritmik menyebabkan likuidasi rantai dari transaksi, memperburuk kejatuhan.
  • Penolakan Terhadap Aset Berisiko: Dalam kondisi meningkatnya pesimisme di pasar global, investor mulai secara massal menjauhi aset berisiko, yang dikombinasikan dengan hal di atas memperkuat tekanan pada mata uang kripto.

Rekor Oktober dan Kejatuhan November

Pada awal Oktober 2025, Bitcoin mencapai titik tertinggi dalam sejarahnya — sekitar $126.000. Namun, pada akhir November, mata uang kripto pertama ini anjlok sekitar $18.000 dalam sebulan, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak 2021. Jika digabungkan dengan kejatuhan Desember, ini menunjukkan bahwa dalam dua bulan, harga Bitcoin telah turun hampir 30%.

Tiongkok dan Status Ilegal Mata Uang Kripto

Pada 28 November, Bank Rakyat Tiongkok kembali menegaskan larangan terhadap mata uang kripto dalam rapat resmi: “mata uang virtual tidak memiliki status hukum yang sama dengan mata uang fiat, dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah,” dan aktivitas terkait dianggap sebagai kegiatan keuangan ilegal. Pernyataan dari regulator Tiongkok ini meningkatkan kekhawatiran investor dan menjadi salah satu katalis penjualan besar-besaran.

Faktor Institusional dan Investasi

Musim gugur 2025 membawa tekanan dari peristiwa institusional ke pasar mata uang kripto. Dalam enam minggu, sekitar $1 triliun telah ditarik dari mata uang kripto, banyak disebabkan oleh pengambilan keuntungan oleh investor di tengah koreksi pasar. Kejutan tambahan bagi pasar datang dari pengumuman MSCI — penyedia produk indeks — tentang rencana untuk mengeluarkan perusahaan dari perhitungan indeks jika lebih dari 50% aset mereka terdiri dari mata uang kripto. Ini memicu kekhawatiran tentang penjualan paksa baru dari "kas negara kripto" perusahaan dan meningkatkan pesimisme di kalangan investor besar.

Latar Global: The Fed dan Pasar Dunia

Penurunan minat terhadap mata uang kripto juga dipengaruhi oleh perlambatan makroekonomi secara umum. Ekspektasi akan pengetatan kebijakan moneter di AS (termasuk dugaan bahwa The Fed mungkin tidak akan menurunkan suku bunga pada bulan Desember) mendorong investor untuk mengurangi posisi berisiko. Ini bertepatan dengan koreksi di sektor teknologi dan penurunan indeks saham — misalnya, pada awal Desember, indeks saham global turun beberapa puluh persen, mencerminkan tren umum “risk-off” (menjauhi risiko). Dinamika pasar semacam ini semakin menambah tekanan pada nilai Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Mata Uang Kripto Lainnya dan Suasana Pasar

Gelombang penjualan serupa juga melanda mata uang kripto terkemuka lainnya. Ethereum, misalnya, kehilangan lebih dari 20% nilainya selama bulan November dan jatuh hampir 9% hanya dalam satu hari pada 1 Desember. Para analis mencatat bahwa sebagian besar altcoin dari top 10 telah turun rata-rata 5–8% selama periode ini. Indeks ketakutan dan keserakahan di pasar kripto jatuh menjadi 24 poin dari 100 — masuk ke zona “ketakutan ekstrim”, yang menunjukkan suasana panik di antara pelaku pasar.

Pendapat Analis dan Prediksi

  • David Damadze (bursa kripto ABCEX) percaya bahwa pada bulan Desember harga Bitcoin akan berada dalam kisaran $80–90 ribu.
  • Alexander Kraiko (Cifra Markets) memperkirakan pemulihan hingga $98–102 ribu dalam 1–2 bulan mendatang, tetapi memperingatkan bahwa banyak yang akan bergantung pada keputusan MSCI mengenai perusahaan dengan aset kripto besar.
  • Yuri Brisov (Digital & Analogue Partners) mencatat bahwa Bitcoin dipengaruhi oleh banyak faktor (kebijakan The Fed, minat investor, tindakan regulasi), sehingga segala prediksi akurat dalam situasi saat ini kehilangan makna.

Secara keseluruhan, suasana tetap pesimis, dan bahkan dalam kasus rebound jangka pendek pada bulan Desember, kemungkinan akan ada gelombang penurunan baru di awal tahun 2026, mengingat risiko makroekonomi dan regulasi yang terus ada.

open oil logo
0
0
Tambahkan komentar:
Pesan
Drag files here
No entries have been found.