
Di Rusia, aturan baru mengenai bea utilitas mulai berlaku, yang secara signifikan meningkatkan biaya mobil asing dengan daya di atas 160 hp. Analisis perubahan, pengaruh terhadap pembeli, dan proyeksi harga hingga tahun 2030.
Mulai 1 Desember 2025, aturan baru tentang perhitungan bea utilitas untuk mobil penumpang impor mulai berlaku. Berdasarkan aturan baru ini, tarif dasar sebesar 20.000 rubel diberlakukan dengan koefisien yang tergantung tidak hanya pada ukuran mesin, tetapi juga pada daya mesin tersebut. Ini berarti bahwa mobil dengan daya di atas 160 hp sekarang dikenakan tarif komersial – bea akan meningkat menjadi ratusan ribu atau bahkan jutaan rubel, dibandingkan sebelumnya yang hanya beberapa ribu.
Sementara itu, untuk mobil dengan mesin di bawah 160 hp, bea utilitas yang lebih rendah tetap berlaku – diperkirakan oleh pihak berwenang, sekitar 80% dari armada mobil masuk dalam kategori ini. Mobil tersebut dikenakan tarif lama yang rendah (3,4 ribu rubel untuk model baru dan 5,2 ribu rubel untuk yang berusia lebih dari 3 tahun). Namun, kombinasi bea utilitas baru dan tarif bea masuk yang ada menyebabkan peningkatan dramatis dalam biaya impor mobil asing.
Siapa yang Mendorong Kenaikan Harga Mobil Asing
Aturan baru ini akan berdampak signifikan pada mobil kelas menengah dan premium yang populer di Rusia dengan mesin di atas 160 hp. Misalnya:
- Toyota Camry 3.5: bea utilitas tambahan sekitar 2,9 juta rubel (hampir setara dengan harga mobil itu sendiri).
- Kia K5: tambahan sekitar 795 ribu rubel.
- BMW M5: tambahan sekitar 4,0 juta rubel.
- Lixiang L9: bea utilitas meningkat dari 3,4 ribu rubel menjadi hampir 2,0 juta rubel.
Contoh-contoh ini menunjukkan skala kenaikan harga: harga total pembelian mobil asing dengan bea baru akan jauh lebih tinggi daripada sebelumnya.
Permintaan Membludak Sebelum Kenaikan
Ekspektasi peningkatan harga yang tajam telah memicu permintaan yang sangat tinggi di pasar sebelum perubahan resmi berlaku. Pada bulan Oktober 2025, sekitar 12% dari semua penjualan mobil penumpang berasal dari impor "abu-abu" (hampir 19,7 ribu mobil), karena pembeli ingin cepat mengimpor mobil berdasarkan aturan lama. Bea cukai di Timur Jauh beroperasi 24 jam untuk memproses sebanyak mungkin mobil sebelum 1 Desember.
Pada saat yang sama, penjualan mobil penumpang baru pada bulan Oktober mencapai rekor 171,2 ribu unit – yang tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Tanpa adanya diskon dan promosi sebelumnya, selama tiga bulan rata-rata harga pembelian meningkat sekitar 20%. Ini mengonfirmasi tingginya permintaan jangka pendek dan kesiapan masyarakat untuk melakukan pembelian sebelum perubahan kondisi yang signifikan.
Tugas Pemerintah: Melindungi Industri Otomotif dan Pendapatan Anggaran
Dalam pernyataan resmi, bea utilitas baru diposisikan sebagai alat untuk mendukung industri otomotif domestik. Menurut Wakil Perdana Menteri Denis Manturov, skema baru ini bertujuan untuk membuat produksi mobil lokal di Rusia lebih menguntungkan secara ekonomi daripada impor. Menteri Perindustrian Anton Alikhanov menyatakan bahwa mobil dengan daya di bawah 160 hp mencakup sekitar 80% dari armada, sehingga sebagian besar pembeli swasta "tidak terpengaruh" oleh aturan baru. Presiden Putin juga menyampaikan perlunya bea utilitas untuk mendukung produsen lokal.
Sementara itu, karena penurunan impor mobil asing, anggaran dapat kehilangan jumlah yang signifikan. Menurut estimasi para ahli, kerugian pendapatan tahunan dapat mencapai hingga 300 miliar rubel (sebagai perbandingan: pada tahun 2024, bea utilitas menyumbang sekitar 1,1 triliun rubel untuk anggaran federal, di mana lebih dari 600 miliar rubel berasal dari impor).
Dampak bagi Pembeli dan Pasar
Kenaikan bea utilitas akan segera meningkatkan "hambatan masuk" ke pasar mobil asing bekas dan membuat banyak model tidak terjangkau untuk individu. Pembeli biasa akan menghadapi peningkatan signifikan dalam biaya mobil: bea utilitas akan menjadi bagian utama dari harga akhir. Ini akan mengakibatkan penurunan permintaan untuk mobil asing dengan daya tinggi dan mendorong pemilik mobil untuk beralih ke kendaraan yang lebih murah dengan mesin di bawah 160 hp atau alternatif lokal.
Secara keseluruhan, ini berarti restrukturisasi besar-besaran di pasar: merek asing akan kehilangan sebagian posisinya, sementara produksi lokal dapat memperoleh dorongan tambahan. Menurut estimasi Kementerian Perindustrian, penjualan mobil penumpang dapat turun 13-16% pada tahun 2025 (hingga 1,3-1,35 juta unit), mencerminkan reaksi konsumen terhadap kenaikan harga dan perubahan beban pajak.
Dinamika Selanjutnya: Bea Utilitas hingga 2030
Kenaikan bea utilitas tidak akan berhenti di sini. Mulai 1 Januari 2026, tarif akan meningkat lagi 25%, dan selanjutnya dalam periode hingga tahun 2030 akan ada indeksasi tahunan sebesar 10–20%. Menurut perkiraan para ahli, jika grafik ini dipertahankan, pada akhir dekade, bea untuk mobil asing dengan daya tertinggi akan melebihi 10 juta rubel, yang menjadikannya ekonomis tidak menguntungkan untuk diimpor.
- Mulai 1 Januari 2026, tarif bea utilitas akan meningkat sebesar 25%.
- Indeksasi tahunan sebesar 10–20% pada tahun 2027–2030.
- Hingga tahun 2030, bea utilitas untuk mobil di atas 493 hp akan melebihi 10 juta rubel.
Kesimpulan
Aturan baru tentang perhitungan bea utilitas telah secara radikal mengubah kondisi untuk impor mobil asing di Rusia. Sekarang, harga mobil impor bergantung tidak hanya pada ukuran, tetapi juga pada daya mesin, yang menyebabkan lonjakan harga pada banyak model. Dalam jangka pendek ini akan membatasi akses ke mobil asing yang mahal dan memperkuat permintaan untuk alternatif yang lebih terjangkau, sementara dalam jangka panjang akan memperkuat keunggulan produsen lokal dan mengurangi keberadaan mobil asing yang kuat di pasar.
Bagi para investor, perubahan ini berarti restrukturisasi pasar otomotif di Rusia dan CIS. Merek asing akan kehilangan sebagian pangsa pasar, sementara investasi dalam perakitan lokal mungkin menjadi lebih menarik. Namun, secara keseluruhan, volume penjualan mobil mungkin menurun: kepemilikan mobil asing yang kuat akan menjadi kemewahan yang mahal karena beban pajak yang meningkat dan pembatasan impor.