
Berita Terkini Sektor Minyak dan Gas serta Energi per 1 Januari 2026: Minyak, Gas, Listrik, EBT, Batubara, dan Produk Minyak. Tinjauan Global untuk Investor dan Pemangku Kepentingan di Pasar Energi.
Pasar Minyak Dunia
Harga minyak Brent pada akhir Desember 2025 bertahan di kisaran $60–64 per barel, menunjukkan penurunan kecil setelah lonjakan sementara menjelang Tahun Baru. Secara keseluruhan, para ahli mencatat bahwa penawaran minyak global secara signifikan melebihi permintaan: pengiriman volume baru dari AS, Brasil, Kanada, dan negara-negara lain tumbuh lebih cepat daripada konsumsi, menciptakan tekanan pada harga. Diharapkan, OPEC+ pada pertemuan 4 Januari akan mempertahankan kuota saat ini tanpa meningkatkan produksi untuk meredakan pertumbuhan penawaran yang berlebihan.
- Pasokan: Produsen terbesar meningkatkan produksi, yang menyebabkan kelebihan minyak di pasar.
- Risiko Politik: Tindakan AS terhadap minyak Venezuela dan serangan terhadap tanker meningkatkan premi risiko dalam harga.
- OPEC+: Pada pertemuan Januari, negara-negara OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan jeda dalam peningkatan produksi, menahan ekspor lebih lanjut.
- Permintaan: Permintaan global tetap moderat di tengah ketidakpastian ekonomi. Peningkatan konsumsi di sektor petrokimia dan penerbangan hanya sebagian mengimbangi penurunan di sektor lain.
Dengan demikian, meskipun ada kelebihan pasokan minyak secara fundamental, harga saat ini didukung oleh kondisi geopolitik yang tidak menguntungkan. Selama persediaan minyak global mendekati tingkat pengisian rekor, dan situasi pasokan tetap tidak stabil, penurunan harga yang signifikan tidak diharapkan.
Pasar Gas Dunia
Gas alam di pasar global menunjukkan dinamika yang beragam: harga di Eropa terus menurun berkat lonjakan impor LNG dari AS, sementara permintaan Asia tetap terkendali karena tingginya biaya bahan bakar. Cadangan gas di penyimpanan bawah tanah Eropa melebihi 85%, menciptakan "penyangga keamanan" sebelum musim dingin. Di AS, harga grosir gas (Henry Hub) berfluktuasi sekitar $4 per MMBtu, menunjukkan kenaikan musiman yang moderat di musim dingin.
- Eropa: Perusahaan pembangkit listrik aktif membeli LNG, dengan lebih dari setengah volume impor Eropa berasal dari Amerika, yang sebagian mengimbangi penurunan pasokan gas dari Rusia. Aliran suplai yang berlebihan menyebabkan penurunan harga dan mendekatkan harga Eropa dengan harga Asia.
- Asia: Impor LNG menurun akibat tingginya harga dan permintaan ekonomi yang moderat. China, sebagai konsumen terbesar, meningkatkan produksi gas domestik dan impor melalui pipa dari Rusia serta Asia Tengah, mengurangi ketergantungan pada LNG yang mahal.
- Tren Lokal: Dibandingkan awal tahun, harga gas di Eropa turun sekitar 45%, meskipun mengalami cuaca dingin. Pasar gas telah menjadi semakin terintegrasi berkat aliran LNG dari AS yang terus menerus.
Peningkatan ekspor LNG dari AS tetap menjadi faktor kunci: penawaran rekor menggantikan impor yang lebih mahal dan menstabilkan harga gas di Eropa serta Asia, membuat pasar gas saling terkait dan kurang rentan terhadap guncangan musiman.
Pasar Bahan Bakar dan Produk Minyak
Situasi di pasar produk minyak ditandai dengan sentimen bullish yang terkendali. Karena kampanye perbaikan global di kilang dan serangan drone di kilang minyak Rusia, pasokan diesel dan bensin menghadapi batasan, yang mendukung margin tinggi. Kilang minyak global beroperasi hampir pada kapasitas maksimum; banyak perusahaan berencana untuk meningkatkan pemrosesan untuk memanfaatkan perbedaan harga yang menguntungkan antara hidrokarbon mentah dan produk olahan.
- Pasar Penjualan: Konsumsi harian bensin dan diesel tetap stabil, tetapi di beberapa wilayah terjadi kekurangan bahan bakar di SPBU.
- Perbaikan: Musim perawatan teknis pada akhir musim gugur dan musim dingin mempengaruhi kilang penting di Eropa, AS, dan Cina, yang mendukung harga tinggi pada produk minyak meskipun ada kelebihan volume bahan baku.
- Margin Kilang: Spread diesel naik ke level tertinggi dalam empat tahun akibat persaingan ketat untuk pasokan yang terbatas dan permintaan aktif untuk bahan bakar transportasi dan industri.
- Rusia: Pemerintah Rusia memperpanjang larangan sementara ekspor bensin dan diesel hingga akhir Februari 2026 untuk menahan kenaikan harga di pasar domestik dan mengatasi kekurangan lokal bahan bakar.
Dengan demikian, pasar bahan bakar tetap bergejolak: peningkatan pemrosesan dapat meredakan puncak harga, tetapi pembatasan ekspor dan gangguan logistik lokal akan mempertahankan ketegangan. Investor dan pelaku pasar terus memantau berita dari kilang dan laporan pasokan bahan bakar, karena faktor-faktor ini menentukan tren terdekat di sektor produk minyak.
Energi dan Sumber Daya Terbarukan
Sektor energi dunia terus bertransisi ke teknologi rendah karbon. Di akhir tahun 2025, pangsa pembangkit dari sumber energi terbarukan (EBT) kembali mencetak rekor: di banyak negara, panel surya dan turbin angin menghasilkan volume energi maksimum untuk tahun itu. Para analis mencatat bahwa kapasitas global instalasi EBT baru meningkat secara signifikan dibandingkan lima tahun sebelumnya, dan sistem penyimpanan energi (ESS) diterapkan untuk stabilitas jaringan. Hasil KTT iklim COP30 memperkuat komitmen komunitas global untuk meningkatkan pembangkit "bersih".
- Pertumbuhan Energi Surya: Negara-negara di Asia dan Timur Tengah telah membangun puluhan gigawatt taman surya baru, sementara di Eropa prosedur persetujuan untuk proyek semacam itu telah dipermudah.
- Pembangkit Angin: Di Eropa dan China, produksi tahunan rata-rata energi angin meningkat: di beberapa daerah (misalnya, Eropa Utara), pembangkit listrik tenaga angin menghasilkan volume energi listrik rekor.
- Penyimpanan Energi: Investasi dalam sistem baterai besar meningkat dengan cepat, memungkinkan untuk menyeimbangkan fluktuasi generasi angin dan surya serta mengurangi ketergantungan pada sumber fosil selama jam puncak.
- Energi Hibrida: Untuk menjaga keseimbangan pembangkit energi terbarukan, negara-negara membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru dan memodernisasi reaktor yang ada, menjadikan energi nuklir sebagai elemen kunci dalam transisi yang berkelanjutan.
Perusahaan energi memperluas portofolio proyek di bidang EBT: banyak raksasa minyak dan gas tradisional mengumumkan investasi besar dalam pembangkit listrik tenaga angin dan surya, serta proyek-proyek hidrogen, mencerminkan pergeseran prioritas jangka panjang di sektor ini. Para ahli menekankan bahwa untuk transisi yang sukses, pembaruan aktif jaringan listrik dan pengembangan infrastruktur sangat penting, jika tidak, pertumbuhan cepat generasi "bersih" dapat terhambat oleh hambatan teknis.
Sektor Batubara
Pasar batubara menunjukkan dinamika yang campur aduk. Di negara-negara maju, permintaan terhadap batubara terus menurun akibat percepatan dekarbonisasi dan penggantian PLTU batubara dengan gas serta sumber energi terbarukan. Namun, di Asia, terutama di India dan beberapa negara Asia Tenggara, konsumsi batubara tetap tinggi karena kebutuhan untuk menjamin beban dasar. Para analis memperkirakan bahwa konsumsi batubara global akan stabil atau sedikit menurun setelah pertumbuhan rekor di tahun 2025.
- Pasar Maju: Di Eropa dan AS, banyak PLTU batubara telah ditutup atau dialihkan ke gas, sedangkan ekspor batubara Amerika berkurang.
- Asia dan Timur Tengah: Pertumbuhan industri yang cepat di China, India, dan negara lain mempertahankan permintaan tinggi terhadap batubara, meskipun ada upaya untuk beralih ke sumber alternatif.
- Harga dan Perdagangan: Setelah kenaikan di paruh pertama tahun 2025, harga batubara stabil di tingkat moderat. Pembelian batubara oleh China dari luar negeri tetap merupakan faktor penting untuk Australia dan Indonesia.
Dengan demikian, sektor batubara sedang mengalami fase redistribusi. Selama batubara tetap berperan sebagai sumber cadangan di masa puncak permintaan, tren investasi secara bertahap bergeser ke arah teknologi "bersih", mencerminkan prospek transformasi energi jangka panjang.
Prospek Pasar dan Perkiraan
Kebanyakan analis memperkirakan bahwa pada kuartal pertama 2026 harga minyak akan tetap di level yang moderat dan rendah. Menurut perkiraan para ahli, rata-rata harga Brent di awal tahun diperkirakan sekitar $55 per barel, meskipun mungkin ada fluktuasi jangka pendek. Harga gas Amerika (Henry Hub) dapat meningkat menjadi ~$4,30 per MMBtu pada musim dingin 2025/26, tetapi kemudian kembali ke kisaran $4 seiring stabilisasi permintaan. Diharapkan konsumsi energi listrik akan terus meningkat sebesar 1–2% per tahun di negara-negara maju, didukung oleh peningkatan pangsa EBT. Konsumsi batubara global diperkirakan akan lebih rendah pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
- Minyak: Kelebihan pasokan diperkirakan akan bertahan setidaknya hingga musim panas 2026, yang akan terus menahan harga, kecuali OPEC+ kembali mengurangi kuota.
- Gas: Pertumbuhan lebih lanjut ekspor LNG dari AS akan menjaga harga rendah di Asia dan Eropa, meskipun puncak permintaan musim dingin bisa sementara meningkatkan harga.
- Energi Listrik: Peningkatan pembangkit EBT secara bertahap akan mengurangi ketergantungan pada sumber fosil. Perusahaan energi terus berinvestasi dalam peningkatan "generasi bersih" dan modernisasi jaringan.
- Investasi: Perusahaan di sektor energi berencana untuk mendiversifikasi aset: pertumbuhan investasi di proyek-proyek terbarukan, inisiatif hidrogen, dan pengembangan lapangan baru diharapkan terjadi.
Secara keseluruhan, pasar energi memasuki tahun 2026 dengan optimisme moderat: keseimbangan antara permintaan dan penawaran masih mendukung stabilitas harga yang relatif. Namun, setiap perubahan signifikan dalam geopolitik atau aktivitas ekonomi dapat cepat mengubah arah tren. Investor terus memantau berita dari sektor ini dan laporan tentang persediaan energi global, yang akan menjadi faktor orientasi kunci dalam beberapa bulan mendatang.
Tim Open Oil Market mengucapkan selamat Tahun Baru 2026 kepada semua pembaca dan berharap sukses dalam usaha di pasar energi dan bahan bakar!